Aksi Siaga Bencana Merapi

Aksi Siaga Bencana Merapi

Beberapa hari ini telah terjadi peningkatan Status Aktivitas Gunung Merapi dari Waspada (Level II) ke Siaga (Level III). Berdasarkan evaluasi data dari BMKG, disimpulkan bahwa aktivitas vulkanik saat ini dapat berlanjut ke erupsi yang membahayakan penduduk di sekitar Kawasan Gunung Merapi. Beberapa wilayah seperti di Desa Jrakah dan Tlogolele telah dilakukan evakuasi ke Tempat Penampungan Pengungsi Sementara (TPPS). Ketua Posko Jrakah Wiyono menuturkan bahwa evakuasi sementara difokuskan pada lansia, ibu hamil, difabel dan balita. Untuk lokasi Desa Jrakah dilakukan evakuasi di Dk. Sepi, Dk. Karjo, dan Dk. Tosari. Untuk wilayah Tlogolele dilakukan evakuasi Dk. Stabelan, Dk. Takeran, Dk. Belang, dan Dk. Gumukrejo. Adanya pandemi COVID-19 ini membuat sistem evakuasi berbeda. Di TPPS sendiri dibuat bilik-bilik untuk mengurangi intensitas berkerumun warga. Ditambah banyaknya relawan yang masuk dari luar membuat protokol kesehatan juga kian diperketat.

Baitul Maal BMT TUMANG bersama Perhimpunan BMT Indonesia (PBMTI) dan Dhompet Dhuafa melakukan assessment dan pemberian bantuan berupa suplemen di Lokasi TPPS Desa Jrakah dan Tlogolele. Assesment dilakukan untuk mengetahui apa yang dibutuhkan di pengungsian. Kebutuhan di pengungsian akan disesuaikan dengan potensi dan kemampuan dari relawan dari PBMT dan Dompet Dhuafa. Pemberian bantuan berupa dua paket suplemen diperuntukkan kepada warga maupun relawan yang berjaga selama 24 jam memantau perkembangan gunung merapi dan menjaga pengungsi di TPPS. Aksi tanggap bencana akan terus dilakukan sampai kondisi merapi dirasa aman dan terkendali.