Sejarah

  • Tentang Kami
  • Sejarah

Sejarah

Cerita Kami

Kendati menjadi sentra industri tembaga, Kondisi warga Dukuh Tumang stagnan selama beberapa dekade. Permodalan yang terhenti membuat pergerakan bisnis di dukuh itu seolah hanya berjalan ditempat. Lembaga perekonomian yang ada kala itu enggan percaya kepada pengrajin di dukuh Tumang. Mereka dianggap tak mampu menerima pembiayaan dari Bank. Itulah cikal bakal dar cita-cita pendirian BMT TUMANG.

Minimnya kepercayaan bank kepada warga Tumang pada saat itu membuat mereka akhirnya menggantungkan modal pada rentenir. Hal itu pula yang juga membuat mereka pesimistis terhadap Lembaga pembiayaan apapun. Disatu sisi, tangan penolong satu-satunya yakni rentenir kian menjerat para pengrajin. Jangankan untung, pendapatan untuk balik modalpun ludes untuk menutup cicilan kepada rentenir. Tak ada satupun Lembaga keuangan yang berhasil menggaet warga untuk bergabung. Kalaupun mau bergabung, mereka hanya akan meminjam tanpa bersedia untuk mengambalikan dana yang dipinjam. Tidak berapa lama, koperasi satu demi satu tutup pintu. Mereka tak lagi melayani kebutuhan permodalan masyarakat Tumang.

Berangkat dari semangat melepaskan masyarakat Tumang dari jeratan rentenir itulah, BMT TUMANG dilahirkan. Sosok piawai Adib bersama sejumlah tokoh masyarakat mendorong BMT TUMANG lahir hingga tumbuh dan berkembang hingga mempunyai beberapa kantor cabang. Kecintaan kepada Tumang menjadi landasan utama. Selanjutnya, juga didorong keinginan masyarakat yang juga mau berubah serta wujud dari pendampingan yang tak kenal putus.

Maret 2020, Kantor cabang KSPPS BMT TUMANG telah mencapai 24 kantor cabang yang tersebar dibeberapa wilayah Provinsi, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta.